Kepada IPDG Keliek, Tim kepemimpinan Tahun Rotary 2008-2009 dan seluruh Rotarian, saya sampaikan terimakasih sebesar-besarnya dan penghargaan setinggi-tingginya atas karya bakti yang luar biasa dari Anda sekalian dalam tahun 2008-2009. Anda sekalian telah membuat mimpi menjadi kenyataan bagi banyak orang !.
Usai sudah 1 tahun kepemimpinan Rotary tahun bakti 2008 - 2009 di District 3400 - Indonesia.
Ada harapan yang sudah tercapai dengan gemilang, ada impian yang tinggal impian belaka. Ada target yang dicapai dengan sempurna, dan ada target yang gagal dipersembahkan kepada putra-putra terbaik Rotary di district ini. Semuanya tinggal kenangan, yang seyogyanya menjadikan inspirasi tiada akhir bagi kepemimpinan 2009 - 2010 dan selanjutnya.
Kepada anda semua, saya, selaku Governor District 3400 tahun bakti 2008 - 2009 menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih atas semua upaya dan jerih payah serta komitmen anda semua untuk melakukan yang terbaik bagi diri anda, club anda, district anda dan masyarakat yang anda tolong.
Adakan BOARD MEETING dan CLUB ASSEMBLY yang pertama kali di awal bulan Juni, dengan agenda khusus :
Mengevaluasi dan meng-update CLUB BY-LAWS masing2, utk disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan club masing-masing. (Misal : bagaimana proses perekrutan dan pelantikan anggota baru ? atau bagaimana pengelolaan penggunaan keuangan Sunshine Box tahun ini, dsb).
Rotary Club Semarang Sentral adalah salah satu club yang berada di kota Semarang ini memiliki VISI dan MISI yang sama dengan Rotary Club yang ada di seluruh Indonesia Bahkan Diseluruh Dunia.
Di mana salah satu programnya adalah membantu untuk mengurangi angka kebutaan yang disebabkan oleh penyakit Katarak. Adapun operasi / pengurangan angka kebutaan ini di danai dari Matching Grant #67854 .
Seperti yang sudah pernah diuraikan oleh rekan-rekan kita dalam ulasan terdahulu bahwa “Matching Grant” adalah tercapainya persahabatan antar bangsa , sekaligus pelayanan kemanusiaan.
Tujuan : Menggulirkan sistem terbuka pencegahan kanker serviks di Indonesia ini adalah agar dapat dipakai sebagai pedoman serta memudahkan berbagai pihak yang tertarik akan sistem terbuka ini dan ikut berperanserta membesarkan, sehingga menjadi program berkelanjutan yang tak terkendala dana maupun pihak tertentu serta bermanfaat bagi masyarakat yang mau menerima dan berbagi.
Pengantar : Makalah ini menggambarkan secara singkat suatu perjalanan bakti sosial untuk masyarakat yang sampai hari ini masih berjalan semakin baik, dalam bakti sosial ini memang ada satu unsur penting yaitu ilmu kedokteran tepat guna yang sesuai diterapkan di Indonesia, yaitu pencegahan kanker serviks dengan metode IVA dan terapi IVA Positif / prakanker serviks dengan metode koagulasi. Tetapi paparan yang utama bukan ilmu kedokteran, melainkan lebih menitik beratkan pada manajemen sistem terbuka yang bisa bergulir terus, dari masyarakat untuk masyarakat, tanpa terkendala dana, misalnya Matching Grants maupun organisasi tertentu.
The first four Rotarians: (left to right) Gustavus Loehr, Silvester Schiele, Hiram Shorey, and Paul Harris.
During the first Rotary club meeting on 23 February 1905 in Chicago, Paul Harris, Gustavus Loehr, Hiram Shorey, and Silvester Schiele met to talk about their personal experiences. Harris then unfolded his general plan for their club meetings.
Program penghijauan dengan penyediaan bibit Albasia RC Purwokerto dilakukan dengan biaya yang rendah tapi dikerjakan untuk skala besar dengan melibatkan Rotarians, Club dan masyarakat di seluruh area District 3400. Salah satu di antaranya dirintis Dedek Arahman yang melibatkan sarjana pertanian untuk menghijauan lahan seluas 6 hektare di Nangroe Aceh Darusalam. Sedangkan RC Cilacap bekerjasama dengan Pemkab Cilacap menghijauan kawasan Kampung Laut dan sebagian Pulau Nusakambangan seluas 160 hektare.